OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA

Pengamatan merupakan salah satu kegiatan menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Membuat inferensi merupakan kegiatan merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Mengkomunikasikan merupakan kegitan penyampaian hasil penelitian/penyelidikan secara tulisan maupun lisan. Data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan dan gambar yang relevan merupakan bagian dari hal mengkomunikasikan ini.

masdanni.com - Materi KD IPA 3.1 Kelas VII SMP Semester 1. Silahkan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA


OBYEK IPA DAN PENGAMATANNYA

A.     Penyelidikan IPA

Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau sains merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari alam semesta dan seisinya dari ukuran mikroskopis maupun makroskopis. Dalam mempelajari IPA tidak terlepas dari kegiatan penelitian/ penyelidikan. Beberapa rangkaian penelitian/penyelidikan yang harus dilakukan meliputi kegiatan pengamatan, membuat inferensi dan mengkomunikasikan.

Pengamatan merupakan salah satu kegiatan menggunakan pancaindra, termasuk melakukan pengukuran dengan alat ukur yang sesuai. Pengamatan dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi. Membuat inferensi merupakan kegiatan merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. Mengkomunikasikan merupakan kegitan penyampaian hasil penelitian/penyelidikan secara tulisan maupun lisan. Data yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, bagan dan gambar yang relevan merupakan bagian dari hal mengkomunikasikan ini.

  



Penyelidikan IPA

Mengamati dan mencoba menemukan hubungan - hubungan yang diamati secara berurutan seperti yang sudah kamu lakukan amatlah penting. Dengan melakukan keterampilan ini, kalian dapat mengerti bagaimana caranya mengumpulkan fakta serta menghubungkan fakta-fakta untuk membuat suatu penafsiran atau kesimpulan.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa IPA mempelajari alam semesta dan seisinya dari ukuran mikroskopis maupun makroskopis. Bidang kajian IPA dibagi menjadi empat meliputi:

1.  Fisika, mencakup tentang aspek mendasar alam, misalnya materi energi, gaya,     gerak,  panas,     cahaya, dan berbagai gejala alam fsik lainnya.
2.   Kimia, mencakup hal-ha; terkait penyelidikan tentang penyusun dan perubahan zat.
3.    Biologi, mencakup tentang sistem kehidupan mulai dari ukuran renik sampai dengan            lingkungan yang sangat luas.
4. Ilmu Bumi dan Antariksa, mengkaji mengenai  asal muasal bumi, perkembangan dan keadaannya, bintang-bintang, planet-planet, dan berbagai benda langit lainnya.

Banyak hal yang kita dapatkan dengan mempelajari IPA diantaranya adalah meningkatkan kualitas hidup, memahami berbagai hal yang ada di sekitar kita, berfikir logis dan sistematis serta menyelesaikan masalah di sekitar kita.

B.     Pengukuran Besaran

Kegiatan pengukuran erat kaitannya dalam kegiatan penelitian atau penyelidikan IPA khususnya pada tahap pengamatan. Apa yang dimaksud pengukuran? Pengukuran adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis yang digunakan sebagai patokan atau standar. Besaran yang dimaksud dalam hal ini yaitu segala sesuatu yang dapat kita ukur dan mempunyai satuan. Sedangkan satuan ialah pembanding yang digunakan dalam suatu pengukuran.

Misalkan, Hendra hendak mengukur panjang meja belajarnya menggunakan penggaris. Didapatkan hasil pengukuran panjang meja yaitu 50 cm. 

 mengukur panjang meja

Artinya, Hendra hendak membandingkan besaran panjang yang dimiliki meja dengan besaran panjang penggaris yang digunakan sebagai standarnya.


Contoh lain, Danissa hendak mengukur panjang meja namun dia tidak memiliki alat ukur penggaris maupun meteran, akhirnya danissa menggunakan jengkal tangannya. Didapatkan hasil pengukuran panjang meja yaitu tiga jengkal. 

mengukur dengan menggunakan jengkal
Artinya, Danissa hendak membandingkan besaran panjang meja dengan besaran panjang jengkal tangan sebagai standar/patokannya.

Pada kedua kegiatan tersebut diperoleh hasil pengukuran 50 cm dan 3 jengkal. Jengkal dan cm merupakan satuan atau pembanding dalam kegiatan pengukuran. Centimeter (cm) adalah satuan baku, sedangkan jengkal sebagai satuan tak baku. Satuan baku artinya satuan yang bersifat tetap, yaitu satuan yang akan menghasilkan nilai yang sama untuk semua orang. Contoh satuan baku diantaranya centimeter, meter, celcius, detik, jam, dan sebagainya. Sedangkan satuan tak baku artinya satuan yang bersifat tidak tetap, yaitu satuan yang akan menghasilkan nilai yang berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Contoh satuan tak baku diantaranya jengkal, depa, langkah dan sebagainya.

C.     Macam-macam Besaran

Telah dibahas sebelumnya bahwa pengukuran pmerupakan kegitan membandingkan besaran dengan besaran lain yang sejenis sebagai patokannya. Secara garis besar besaran dibedakan menjadi 2 macam yaitu Besaran Pokok dan Besaran Turunan.

1.       Besaran pokok

Besaran pokok yaitu besaran yang satuannya didefinisikan tersendiri. Ada tujuah besaran pokok yang kita kenal, diantaranya:

No
Besaran
Satuan
Alat ukur
1













Panjang
Meter (m)
Meteran, penggaris
Alat ukur panjang

Alat ukur panjang
2
Massa
Kilogram (kg)
Timbangan/neraca
Alat ukur massa
3
Waktu
Sekon (s)
Stopwatch, jam
Alat ukur waktu
Alat ukur waktu
4






Suhu
Kelvin (K)
Termometer
Termometer

5
Kuat arus listrik
Ampere (A)
Amperemeter
Amperemeter
6
Intensitas cahaya
Candela (Cd)
Luxmeter, fotometer
Pengukur intensitas cahaya
7
Jumlah zat
Mole
-

2.       Besaran turunan

Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya telah diturunkan atau diambil dari besaran pokok. Beberapa besaran turunan dan satuannya dapat dilihat pada tabel berikut.
No
Besaran turunan
Satuan
Besaran pokok yang duturunkan
1
Luas
m2
panjang
2
Volume
m3
panjang
3
Massa jenis
kg/m3
massa, panjang
4
Kecepatan
m/s
panjang, waktu
5
Percepatan
m/s2
panjang, waktu
6
Momentum
kg.m/s
massa, panjang, waktu
7
Gaya
kg. m/s2
massa, panjang, waktu

D.     Konvesi Satuan

1.   Panjang

Untuk satuan ukuran panjang dirubah atau konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya ialah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi angka 10.
  • 1 km = 10 hm
  • 1 km = 1.000 m
  • 1 km = 100.000 cm
  • 1 m = 0,1 dam
  • 1 m = 0,001 km
  • 1 m = 10 dm
Konversi satuan panjang

2.   Massa

Hampir sama dengan konversi satuan panjang. Jika naik satu tingkat maka akan dibagi 10, sedangkan turun satu tingkat akan dikalikan 10.
Konversi satuan massa

3.   Waktu

Satuan waktu sering sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Hari, jam, menit, dan detik atau sekon merupakan beberapa contoh dari satuan waktu.
  • 1 hari adalah 24 jam
  • 1 jam adalah 60 menit
  • 1 menit adalah 60 detik
  • 1 jam adalah 3.600 detik
  • 1 hari adalah 86.400 detik
E.      Penerapan Pengukuran dalam Kehidupan

1.   Panjang

Shanum hendak mengukur pensil yang dimiliki menggunakan penggaris. Silahkan lihat gambar berikut ini.
Penerapan Pengukuran dalam Kehidupan

Pengukuran pensil dapat dilakukan dengan langkah:
a.   Letakkan penggaris sejajar dengan pensil yang hendak diukur.
b.   Ujung runcing pensil letakkan tepat di angka nol pada penggaris.
c. Kemudian lihat angka yang sejajar dengan ujung penghapus pensil, angka tersebut menunjukkan panjang pensil yang diukur.
Hasil pengukuran pensil dapat dihitung sebagai berikut:
Angka di ujung belakang pensil – Angka di ujung depan pensil = 8 – 0 = 8 cm.

Contoh lain adalah pada pengukuran tinggi badan. Saat masih duduk di sekolah dasar pasti kita pernah mengukur tinggi badan kita seperti pada gambar berikut.
Mengukur tinggi badan

Hasil pengukuran tinggi badan dapat dilihat pada penunjukkan angka pada ujung kepala anak yang diukur. Pada hasil pengukuran tinggi badan anak tersebut diperoleh yaitu 104 cm.

2.   Massa

Pengukuran massa sering kita lihat saat berbelanja di pasar. Berikut contoh pengukuran massa belanja sayuran menggunakan timbangan pasar.
Timbangan Pasar
Hasil pengukuran belanja sayuran tersebut dapat dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh anak timbangan yang ada. Hasil pengukuran sesuai gambar tersebut yaitu 500 g + 200 g + 100 g + 50 g = 850 g.

Contoh lain pada pengukuran berat badan. Sebetulnya dalam IPA berat dan massa adalah dua besaran yang berbeda. Sebetulnya yang diukur dalam hal ini adalah massa badan bukan berat badan. Saat periksa kondisi kesehatan biasanya dokter akan mengukur massa badan kita.
Timbangan berat badan
Hasil pengukuran massa badan tersebut dapat dilihat pada penunjukkan angka pada timbangan badan. Pada gambar tersebut hasil pengukuran menunjukkan 120 kg.

3.   Waktu

Pengukuran waktu dapat dilakukan menggunakan jam dinding atau stopwatch. Jam dinding dalam kehidupan sehari-hari sering kita lihat, baik di kelas, lapangan sekolah, rumah maupun di tempat-tempat umum lainnya. Dalam kesempatan kali ini akan diberikan contoh penggunaan stopwatch untuk mengukur waktu.
stopwatch

Hasil pengukuran stopwatch dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Angka yang ditunjukkan pada angka 10 pada lingkaran kecil pada stopwatch menunjukkan menit.
  2. Sedangkan angka yang ditunjukkan pada angka 40 pada lingkaran besar pada stopwatch menunjukkan detik.
  3. Hasil pengukuran dilakukan dengan menambahkan jarum yang menunjukkan menit dan jarum yang menunjukkan detik.
Hasil pengukuran stopwatch yaitu 10 menit + 40 detik = 10 menit 40 detik.